img_head
BERITA

Mahkamah Syar'iyah Langsa Laksanakan Pemeriksaan Setempat (Descente)

Sep30

Konten : berita hukum
Telah dibaca : 24 Kali


Langsa|www.ms-langsa.go.id

“Pemeriksaan Setempat atau descente ialah pemeriksaan mengenai perkara oleh Hakim karena jabatannya yang dilakukan di luar gedung tempat kedudukan pengadilan, agar Hakim dengan melihat sendiri memperoleh gambaran atau keterangan yang memberi kepastian tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi sengketa.”

Kamis, tanggal 26 September 2019, Mahkamah Syar'iyah Langsa melaksanakan sidang Pemeriksaan Setempat (Descente) di wilayah hukum Mahkamah Syar'iyah Langsa. Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat tersebut, berjalan sesuai dengan ketentuan Pasal 180 R.Bg. jo SEMA Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pemeriksaan Setempat.

Pemeriksaan Setempat dilakukan terhadap sejumlah objek sengketa dalam perkara Harta Bersama Nomor 168/Pdt.G/2019/MS.Lgs yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Mahkamah Syar'iyah Langsa tanggal 3 Mei 2019. Setelah melakukan berbagai persiapan, sekitar pukul 09.00 WIB, Pemeriksaan Setempat dilaksanankan dengan Tim yang terdiri dari Yedi Supaman, S.H.I., MH selaku Ketua Majelis Hakim, Mursyid Syah, S. Ag dan Roichan Mahbub selaku Anggota Majelis Hakim dibantu oleh Nurul Safrina Ridwan, S.H. selaku Panitera Pengganti dan Muhammad Rijal, A. Md, Juru Sita. Sidang tersebut dihadiri oleh Penggugat dan Tergugat, selain itu hadir juga di lokasi sidang Pemeriksaan Setempat Kepala Dusun Peutua Husen Gampong Tualang Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa setempat ikut dalam proses sidang Pemeriksaan Setempat tersebut.

Setelah menyampaikan maksud kedatangan tim dan membuka sidang, Majelis Hakim langsung menuju obyek sengketa yang terdiri dari sebidang tanah yang di atasnya ada sebuah rumah yang terletak di Dusun Peutua Husen Gampong Tualang Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa yang jaraknya sekitar 1 km dari kantor Mahkamah Syar'iyah Langsa.

Kemudian Tim langsung melakukan pengukuran sebidang tanah yang menjadi obyek sengketa tersebut untuk mengetahui luas tanah yang sebenarnya dan mengecek batas-batasnya, dilanjutkan dengan mengukur luas rumah permanen yang berdiri di tanah tersebut. Meskipun pemeriksaan setempat bukan alat bukti sebagaimana Pasal 164 HIR, tetapi oleh karena tujuannya agar hakim memperoleh kepastian peristiwa yang disengketakan, maka fungsi pemeriksaan setempat hakekatnya adalah sebagai alat bukti. Kekuatan pembuktiannya sendiri diserahkan kepada hakim. Setelah berlangsung dengan aman dan tertib selama lebih kurang 1 jam dan dirasa cukup, maka Majelis Hakim menutup sidang Pemeriksaan Setempat pada hari itu.

Sidang pemeriksaan setempat (Descente) adalah termasuk tahapan persidangan, Majelis Hakim akan turun kelapangan untuk melihat secara langsung kondisi (riil) terhadap objek sengketa, apakah objek sengketa yang terungkap dipersidangan sesuai dengan kondisi (riil) dilapangan, jangan sampai putusan Mahkamah Syar'iyah Langsa yang dihasilkan akhirnya nanti non executable (eksekusi yang tidak dapat dijalankan).

***(Tim Redaksi MS Langsa )***