{"id":1306,"date":"2021-03-14T18:30:51","date_gmt":"2021-03-14T11:30:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/?page_id=1306"},"modified":"2021-03-24T15:35:49","modified_gmt":"2021-03-24T08:35:49","slug":"kasasi","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/kasasi\/","title":{"rendered":"Kasasi"},"content":{"rendered":"<div class='epvc-post-count'> <span class=\"epvc-count\"> 7,689<\/span><span class='epvc-label'> Pengunjung Melihat<\/span><\/div><div class=\"box-body post-body\">\n<div class=\"post-inner article\">\n<p class=\"postheader\" style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Prosedur Perkara Tingkat Kasasi<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"entry\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Dasar Hukum<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pasal 43 \u2013 Pasal 55 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Umum\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan kasasi dapat diajukan hanya jika pemohon terhadap perkaranya telah menggunakan upaya hukum banding kecuali ditentukan lain oleh Undang- undang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan kasasi dapat diajukan hanya 1 (satu) kali.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan kasasi dapat diajukan oleh :<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">pihak yang berperkara atau wakilnya yang secara khusus dikuasakan untuk itu dalam perkara perdata atau perkara tata usaha negara yang diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Tingkat Banding atau Tingkat Terakhir di Lingkungan Peradilan Umum, Lingkungan Peradilan Agama, dan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Terdakwa atau wakilnya yang secara khusus dikuasakan untuk itu atau Penuntut Umum atau Oditur dalam perkara pidana yang diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Tingkat Banding atau Tingkat Terakhir di Lingkungan Peradilan Umum dan Lingkungan Peradilan Militer.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan kasasi demi kepentingan hukum dapat diajukan oleh Jaksa Agung karena jabatannya dalam perkara perdata atau tata usaha negara yang diperiksa dan diputus oleh Pengadilan Tingkat Pertama atau Pengadilan Tingkat Banding di Lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama dan Peradilan Tata Usaha Negara;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Putusan kasasi \u00a0demi kepentingan \u00a0hukum \u00a0tidak \u00a0boleh \u00a0merugikan \u00a0pihak \u00a0yang berperkara.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Alasan Kasasi<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Mahkamah \u00a0 Agung \u00a0 dalam \u00a0 tingkat \u00a0kasasi \u00a0 membatalkan \u00a0 putusan \u00a0 atau \u00a0 penetapan Pengadilan-pengadilan dari semua Lingkungan Peradilan karena :<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">tidak berwenang atau melampaui batas wewenang;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">lalai \u00a0memenuhi \u00a0syarat-syarat \u00a0yang \u00a0diwajibkan \u00a0oleh \u00a0peraturan \u00a0perundang- undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Prosedur Pengajuan Permohonan Kasasi<\/strong><\/span><\/p>\n<ul style=\"list-style-type: square;\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan kasasi dalam \u00a0perkara perdata disampaikan \u00a0secara \u00a0tertulis \u00a0atau lisan melalui Panitera Pengadilan\u00a0\u00a0\u00a0 Tingkat Pertama yang telah memutus perkaranya, dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari sesudah putusan atau penetapan Pengadilan yang dimaksudkan diberitahukan kepada pemohon.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Apabila tenggang waktu 14 (empat belas) hari tersebut telah lewat tanpa ada permohonan kasasi yang diajukan oleh pihak berperkara, maka pihak yang berperkara dianggap telah menerima putusan.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Setelah pemohon membayar biaya perkara, Panitera mencatat permohonan kasasi dalam buku daftar, dan pada hari itu juga membuat akta permohonan kasasi yang dilampirkan pada berkas perkara.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Selambat-lambatnya \u00a0dalam \u00a0waktu \u00a07 \u00a0(tujuh) \u00a0hari \u00a0setelah \u00a0permohonan \u00a0kasasi terdaftar, Panitera Pengadilan Dalam Tingkat Pertama yang memutus perkara tersebut memberitahukan secara tertulis mengenai permohonan itu kepada pihak lawan.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Panitera Pengadilan yang memutus perkara dalam tingkat pertama memberikan tanda \u00a0terima \u00a0atas penerimaan \u00a0memori \u00a0kasasi \u00a0dan \u00a0menyampaikan \u00a0salinan memori \u00a0kasasi \u00a0tersebut \u00a0kepada \u00a0pihak \u00a0lawan dalam \u00a0perkara \u00a0yang \u00a0dimaksud dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pihak lawan berhak mengajukan surat jawaban terhadap .memori kasasi kepada Panitera, dalam tenggang waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterimanya salinan memori kasasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Setelah menerima memori kasasi dan jawaban terhadap memori kasasi, \u00a0Panitera \u00a0Pengadilan \u00a0yang \u00a0memutus perkara \u00a0dalam \u00a0tingkat \u00a0pertama, \u00a0mengirimkan \u00a0permohonan \u00a0kasasi, \u00a0memori kasasi, jawaban atas memori kasasi, beserta berkas perkaranya kepada Mahkamah Agung dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Panitera Mahkamah Agung mencatat permohonan kasasi tersebut dalam buku daftar dengan membubuhkan nomor urut menurut tanggal penerimaannya, membuat \u00a0catatan singkat \u00a0tentang \u00a0isinya, \u00a0dan melaporkan semua \u00a0itu kepada Ketua Mahkamah Agung.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Pencabutan Permohonan Kasasi<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Sebelum permohonan kasasi diputus oleh Mahkamah Agung, maka permohonan tersebut dapat dicabut kembali oleh pemohon, dan apabila telah dicabut, pemohon tidak dapat lagi mengajukan permohonan kasasi dalam perkara itu meskipun tenggang waktu kasasi belum lampau.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Apabila \u00a0pencabutan \u00a0kembali \u00a0sebagaimana \u00a0dimaksudkan \u00a0ayat \u00a0(1) \u00a0dilakukan sebelum berkas perkaranya dikirimkan kepada Mahkamah Agung, maka berkas perkara itu tidak diteruskan kepada Mahkamah Agung.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Sistem Pemeriksaan Kasasi<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pemeriksaan kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung, berdasarkan surat-surat dan hanya jika dipandang perlu Mahkamah Agung mendengar sendiri para pihak atau para saksi, atau memerintahkan Pengadilan Tingkat Pertama atau Pengadilan Tingkat Banding yang memutus perkara tersebut mendengar para pihak atau para saksi.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Apabila \u00a0Mahkamah \u00a0Agung \u00a0membatalkan \u00a0putusan \u00a0Pengadilan \u00a0dan \u00a0mengadili sendiri perkara tersebut, maka dipakai hukum pembuktian yang berlaku bagi Pengadilan Tingkat Pertama.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dalam \u00a0hal \u00a0Mahkamah Agung \u00a0mengabulkan permohonan kasasi \u00a0berdasarkan Pasal \u00a030 \u00a0huruf \u00a0a, \u00a0maka Mahkamah \u00a0Agung \u00a0menyerahkan \u00a0perkara \u00a0tersebut kepada Pengadilan lain yang berwenang memeriksa dan memutusnya<\/span><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dalam \u00a0hal \u00a0Mahkamah Agung \u00a0mengabulkan permohonan kasasi \u00a0berdasarkan Pasal 30 huruf b, dan huruf c, (salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku \u00a0dan\/atau lalai \u00a0memenuhi \u00a0syarat-syarat yang \u00a0diwajibkan \u00a0oleh \u00a0peraturan \u00a0perundang-undangan yang mengancam kelalaian itu dengan batalnya putusan yang bersangkutan) \u00a0maka Mahkamah Agung memutus sendiri perkara yang dimohonkan kasasi itu.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dalam mengambil putusan, Mahkamah Agung tidak terikat pada alasan-alasan yang diajukan oleh pemohon kasasi dan dapat memakai alasan-alasan hukum lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Salinan putusan dikirimkan kepada Ketua Pengadilan \u00a0Tingkat \u00a0Pertama \u00a0yang memutus perkara tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Putusan \u00a0Mahkamah \u00a0Agung \u00a0oleh \u00a0Pengadilan \u00a0Tingkat \u00a0Pertama \u00a0diberitahukan kepada kedua belah pihak selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah putusan dan berkas perkara diterima oleh Pengadilan Tingkat Pertama tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7,689 Pengunjung Melihat Prosedur Perkara Tingkat Kasasi Dasar Hukum Pasal 43 \u2013 Pasal 55 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI Umum\u00a0 Permohonan kasasi dapat diajukan hanya jika pemohon terhadap perkaranya telah menggunakan upaya hukum banding kecuali ditentukan lain oleh Undang- undang. Permohonan kasasi dapat diajukan hanya 1 (satu) kali. Permohonan kasasi dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":""},"class_list":["post-1306","page","type-page","status-publish"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1306"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1306\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1340,"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1306\/revisions\/1340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}