{"id":1308,"date":"2021-03-14T18:31:23","date_gmt":"2021-03-14T11:31:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/?page_id=1308"},"modified":"2021-03-25T20:09:02","modified_gmt":"2021-03-25T13:09:02","slug":"peninjauan-kembali","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/peninjauan-kembali\/","title":{"rendered":"Peninjauan Kembali"},"content":{"rendered":"<div class='epvc-post-count'> <span class=\"epvc-count\"> 3,333<\/span><span class='epvc-label'> Pengunjung Melihat<\/span><\/div><div class=\"post-content\">\n<div class=\"post\">\n<div class=\"box-body post-body\">\n<div class=\"post-inner article\">\n<p class=\"postheader\" style=\"text-align: center;\"><strong><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Prosedur Berperkara Tingkat Peninjauan Kembali (PK)<\/span><\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"entry\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Dasar Hukum\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pasal 66 \u2013 77 Undang-Undang Nomor14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Umum<\/strong><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan peninjauan kembali dapat diajukan hanya 1 (satu) kali.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan peninjauan kembali tidak menangguhkan atau menghentikan pelaksanaan putusan Pengadilan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan \u00a0peninjauan \u00a0kembali \u00a0dapat \u00a0dicabut \u00a0selama \u00a0belum \u00a0diputus, \u00a0dan dalam \u00a0hal \u00a0sudah \u00a0dicabut \u00a0permohonan peninjauan \u00a0kembali \u00a0itu \u00a0tidak \u00a0dapat diajukan lagi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Alasan Pengajuan Peninjauan Kembali<\/strong><\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan \u00a0peninjauan \u00a0kembali \u00a0putusan \u00a0perkara \u00a0perdata \u00a0yang \u00a0telah \u00a0memperoleh kekuatan hukum tetap dapat diajukan hanya berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">apabila putusan didasarkan pada suatu kebohongan atau tipu muslihat pihak lawan yang diketahui setelah perkaranya diputus atau didasarkan pada bukti- bukti yang kemudian oleh hakim pidana dinyatakan palsu;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">apabila setelah perkara diputus, ditemukan surat-surat bukti yang bersifat menentukan yang pada waktu perkara diperiksa tidak dapat ditemukan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">apabila telah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut atau lebih dari pada yang dituntut;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">apabila \u00a0 mengenai \u00a0 sesuatu \u00a0 bagian \u00a0 dari \u00a0 tuntutan \u00a0 belum \u00a0 diputus \u00a0 tanpa dipertimbangkan sebab-sebabnya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">apabila antara pihak-pihak yang sama mengenai suatu soal yang sama, atas dasar yang sama oleh Pengadilan yang sama atau sama tingkatnya telah diberikan putusan yang bertentangan satu dengan yang lain;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">apabila \u00a0dalam \u00a0suatu \u00a0putusan \u00a0terdapat \u00a0suatu \u00a0kekhilafan \u00a0Hakim \u00a0atau \u00a0suatu kekeliruan yang nyata.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>Tata Cara Pengajuan<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan peninjauan kembali harus diajukan sendiri oleh para pihak yang berperkara, atau ahli warisnya atau seorang wakilnya yang secara khusus dikuasakan untuk itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Apabila \u00a0 selama \u00a0 proses \u00a0 peninjauan \u00a0 kembali \u00a0 pemohon \u00a0 meninggal \u00a0 dunia, permohonan tersebut dapat dilanjutkan oleh ahli warisnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Tenggang waktu pengajuan permohonan peninjauan kembali yang didasarkan atas alasan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 67 adalah 180 (seratus delapan puluh) hari untuk :<\/span><\/p>\n<table style=\"width: 100.97%;\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 5.69697%; text-align: center;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">No<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 50.303%; text-align: center;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Alasan<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6061%; text-align: center;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Titik Perhitungan 180 Hari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 5.69697%; text-align: center;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">1<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 50.303%;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">putusan didasarkan pada suatu kebohongan atau tipu muslihat pihak lawan<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6061%;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">terhitung sejak diketahui kebohongan atau tipu muslihat atau sejak putusan Hakim pidana memperoleh kekuatan hukum tetap, dan telah diberitahukan kepada para pihak yang berperkara<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 5.69697%; text-align: center;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">2<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 50.303%;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ditemukan surat-surat bukti yang bersifat menentukan yang pada waktu perkara diperiksa tidak dapat ditemukan (novum)<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6061%;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">terhitung \u00a0sejak ditemukan surat-surat bukti, yang hari serta tanggal ditemukannya harus dinyatakan di bawah sumpah dan disahkan oleh pejabat yang berwenang;<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 5.69697%; text-align: center;\"><\/td>\n<td style=\"width: 50.303%;\">\n<ul>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">telah dikabulkan suatu hal yang tidak dituntut atau lebih dari pada yang dituntut, atau;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u00a0apabila\u00a0\u00a0 mengenai\u00a0\u00a0 sesuatu\u00a0\u00a0 bagian\u00a0\u00a0 dari\u00a0\u00a0 tuntutan\u00a0\u00a0 belum\u00a0\u00a0 diputus\u00a0\u00a0 tanpa dipertimbangkan sebab-sebabnya,atau;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u00a0apabila\u00a0 dalam\u00a0 suatu\u00a0 putusan\u00a0 terdapat\u00a0 suatu\u00a0 kekhilafan\u00a0 Hakim\u00a0 atau\u00a0 suatu kekeliruan yang nyata<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td style=\"width: 44.6061%;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">terhitung \u00a0sejak putusan memperoleh kekuatan hukum tetap dan telah diberitahukan kepada para pihak yang berperkara;<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 5.69697%; text-align: center;\"><\/td>\n<td style=\"width: 50.303%;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">apabila antara pihak-pihak yang sama mengenai suatu soal yang sama, atas dasar yang sama oleh Pengadilan yang sama atau sama tingkatnya telah diberikan putusan yang bertentangan satu dengan yang lain<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 44.6061%;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">sejak putusan yang terakhir dan bertentangan itu memperoleh kekuatan hukum tetap dan telah diberitahukan kepada pihak yang berperkara.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan peninjauan kembali diajukan oleh pemohon \u00a0kepada \u00a0Mahkamah Agung melalui Ketua Pengadilan yang memutus perkara dalam tingkat pertama dengan membayar biaya perkara yang diperlukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Mahkamah \u00a0Agung \u00a0memutus \u00a0permohonan \u00a0peninjauan \u00a0kembali \u00a0pada \u00a0tingkat pertama dan terakhir.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan peninjauan kembali diajukan oleh pemohon secara tertulis dengan menyebutkan sejelas-jelasnya alasan yang dijadikan dasar permohonan itu dan dimasukkan di kepaniteraan Pengadilan Negeri yang memutus perkara dalam tingkat pertama.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Apabila pemohon tidak dapat menulis, maka ia menguraikan permohonannya secara lisan di hadapan Ketua Pengadilan Negeri yang memutus perkara dalam tingkat pertama atau hakim yang ditunjuk oleh Ketua Pengadilan yang akan membuat catatan tentang permohonan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Setelah Ketua Pengadilan Negeri yang memutus perkara dalam tingkat pertama menerima permohonan peninjauan kembali, maka Panitera berkewajiban untuk selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari memberikan atau mengirimkan \u00a0salinan \u00a0permohonan \u00a0tersebut \u00a0kepada \u00a0pihak \u00a0lawan \u00a0pemohon, dengan maksud :<\/span>\n<ul>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">dalam \u00a0hal \u00a0permohonan \u00a0peninjauan \u00a0kembali \u00a0didasarkan \u00a0atas \u00a0alasan sebagaimana dimaksudkan Pasal 67 huruf a atau huruf b agar pihak lawan mempunyai kesempatan untuk mengajukan jawabannya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">dalam hal permohonan peninjauan kembali didasarkan atas salah satu alasan yang tersebut Pasal 67 huruf c sampai dengan huruf f agar dapat diketahui.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Tenggang waktu bagi fihak lawan untuk mengajukan jawabannya sebagaimana dimaksudkan ayat (1) huruf a adalah 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya salinan permohonan peninjauan kembali.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Surat jawaban diserahkan atau dikirimkan kepada Pengadilan yang memutus perkara \u00a0dalam \u00a0tingkat pertama\u00a0 dan \u00a0pada \u00a0surat \u00a0jawaban \u00a0itu \u00a0oleh \u00a0Panitera dibubuhi cap, hari serta tanggal diterimanya jawaban tersebut, yang salinannya disampaikan atau dikirimkan kepada pihak pemohon untuk diketahui.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Permohonan tersebut lengkap dengan berkas perkara beserta biayanya oleh Panitera dikirimkan kepada Mahkamah Agung selambat-lambatnya dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Untuk permohonan peninjauan kembali tidak diadakan surat menyurat antara pemohon dan\/atau pihak lain dengan Mahkamah Agung.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Mahkamah \u00a0 Agung \u00a0 berwenang \u00a0 memerintahkan \u00a0 Pengadilan \u00a0 Negeri \u00a0 yang memeriksa perkara dalam Tingkat Pertama atau Pengadilan Tingkat Banding mengadakan pemeriksaan tambahan, atau meminta segala keterangan serta pertimbangan dari Pengadilan yang dimaksud. Pengadilan , \u00a0 setelah \u00a0 melaksanakan \u00a0 perintah Mahkamah Agung tersebut segera mengirimkan berita acara pemeriksaan tambahan serta pertimbangan kepada Mahkamah Agung.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Mahkamah \u00a0Agung \u00a0dapat \u00a0meminta \u00a0keterangan \u00a0dari \u00a0Jaksa \u00a0Agung \u00a0atau \u00a0dari pejabat lain yang diserahi tugas penyidikan apabila diperlukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Dalam hal Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali, Mahkamah Agung membatalkan putusan yang dimohonkan peninjauan kembali tersebut dan selanjutnya memeriksa serta memutus sendiri perkaranya.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Mahkamah \u00a0 Agung \u00a0 menolak \u00a0 permohonan \u00a0 peninjauan \u00a0 kembali, \u00a0 dalam \u00a0 hal Mahkamah Agung berpendapat bahwa permohonan itu tidak beralasan.<\/span><\/li>\n<li>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Mahkamah Agung mengirimkan salinan putusan atas permohonan peninjauan kembali kepada Pengadilan Negeri yang memutus perkara dalam \u00a0 Tingkat Pertama dan. selanjutnya Panitera Pengadilan Nigeri yang bersangkutan menyampaikan salinan putusan itu kepada pemohon serta memberitahukan putusan itu kepada pihak lawan dengan memberikan salinannya, selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>3,333 Pengunjung Melihat Prosedur Berperkara Tingkat Peninjauan Kembali (PK) Dasar Hukum\u00a0 Pasal 66 \u2013 77 Undang-Undang Nomor14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung Umum Permohonan peninjauan kembali dapat diajukan hanya 1 (satu) kali. Permohonan peninjauan kembali tidak menangguhkan atau menghentikan pelaksanaan putusan Pengadilan. Permohonan \u00a0peninjauan \u00a0kembali \u00a0dapat \u00a0dicabut \u00a0selama \u00a0belum \u00a0diputus, \u00a0dan dalam \u00a0hal \u00a0sudah \u00a0dicabut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":""},"class_list":["post-1308","page","type-page","status-publish"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1308"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1673,"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1308\/revisions\/1673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ms-langsa.go.id\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}