Langsa | ms-langsa.go.id. | Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum penting dalam sejarah dan perjalanan bangsa. Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni berkaitan erat dengan sidang BPUPKI. Pada tanggal 1 Juni 1945 berlangsungnya sidang BPUPKI membahas tentang rumusan dasar negara Republik Indonesia. Tak hanya merumuskan dasar negara saja, tanggal tersebut menjadi momentum historis bagi bangsa karena mampu menjadi titik awal terbentuknya jati diri sebuah bangsa.

Hari ini Selasa, 2 Juni 2025 bertempat di halaman depan kantor Mahkamah Syar’iyah Langsa dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025. Upacara diikuti oleh Para Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Struktural dan Fungsional, CPNS dan PPNPN Mahkamah Syar’iyah Langsa yang dimulai pukul 08.00 WIB. Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Mahkamah Syar’iyah Langsa dilaksanakan berdasarkan surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 4446/SEK/HM3.1.1/V/2025 tanggal 30 Mei 2025. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk mengenang proses lahirnya Pancasila, serta mengajak seluruh aparatur Mahkamah Syar’iyah Langsa untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Peringatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”. Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya membumikan Pancasila dalam keseharian masyarakat. Tidak hanya sebagai ide besar di dokumen negara, tetapi sebagai prinsip hidup yang nyata dan aplikatif. Di sekolah, di ruang kerja, di desa dan kota, Pancasila diharapkan terus hidup dan menjadi acuan dalam mengambil keputusan bersama.
Dalam naskah pidato Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibacakan oleh Pembina Upacara Bapak Ahmad Nazif Husainy, S.H. menyebutkan bahwa Pancasila bukan sekedar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Mahkamah Syar’iyah Langsa berjalan dengan tertib dan lancar dan tepat pukul 08.30 Wib upacara selesai. Semoga Peringatan Hari Lahir Pancasila membangkitkan semangat persatuan, rasa cinta tanah air, serta penghormatan terhadap perjuangan para tokoh bangsa.

